Senang Selamat Bareng-bareng sebagai Upaya Bijaksana Taman Impian Jaya Ancol Hadapi Pandemi

Nama: Rafi Pramana T.

NIM: 20190530112

Kelas: C

       Sebagai salah satu industri wisata yang menjadi favorit warga Jakarta, Ancol dan Dunia Fantasi merupakan tempat wisata yang paling ditunggu-tunggu buka kembali setelah pandemi. Akhirnya setelah kemarin pemerintah memutuskan menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi, Dunia Fantasi dan Ancol menyambutnya dengan membuka tempat wisata itu dengan suka cita.

Pasalnya, sebagai industri yang mengandalkan pendapatan dari pengunjung ini jelas paling dirugikan akibat PSBB ini di mana orang-orang tidak diizinkan untuk keluar rumah dan segala aktivitas kerumunan harus dibatasi. Dilansir dari beritasatu.com, sejak menutup operasinya mulai 14 Maret 2020 lalu, Taman Impian Jaya Ancol mengalami kerugian mencapai Rp 146,28 miliar. Bahkan pihak pengelola memutuskan untuk tidak membagikan dividen ke Pemprov DKI Jakarta. Mereka juga menekankan efisiensi biaya pada sense of cirisis tanpa mengurangi keselamatan hewan, perawatan wahana, dan lainnya.

Dalam menghadapi wisata era new normal ini, Dufan dan beberapa tempat wisata sekitarnya seperti pantai, Sea World, dan Ocean Dream melakukan kampanye dengan tajuk #SSBB atau Senang Selamat Bareng-bareng. Singkatnya, program Senang Selamat Bareng-bareng ini merupakan kampanye sekaligus imbauan untuk para pengunjung agar mematuhi protokol kesehatan selama mereka berwisata. 

Dilansir dari akun instagram resmi Taman Impian Jaya Ancol (@ancoltamanimpian), ada #SSBB ini adalah peraturan masa transisi yang dirancang oleh Ancol agar pengunjung bisa berlibur dengan aman dan nyaman. Dan pihak pengelola berharap semua pihak mau bekerja sama untuk mematuhi peraturan-peraturan ini. SSBB ini pada dasarnya adalah upaya dari pihak pengelola tempat wisata agar seluruh pengunjung mampu menaati protokol kesehatan yang telah dibuat baik pemerintah pusat maupun pemerintah DKI seperti menggunakan masker, jaga jarak, dan mencuci tangan serta tidak berkerumun. 


(https://www.instagram.com/p/CBIcCIPA5Ri/?utm_source=ig_embed) 

Selain itu, pihak pengelola juga mengadakan beberapa diskon baik potongan harga maupun cashback sembari menggaungkan kampanye SSBB ini. Diskon ini bisa didapatkan pengunjung yang hendak datang ke Ancol dengan pembayaran melalui uang elektronik.

Pihak pengelola Taman Impian Jaya Ancol juga telah bersikap bijaksana dalam menghadapi era new normal dan pandemi ini dengan menutup sementara tempat wisata mereka sampai 1 Januari nanti. Keputusan ini diambil mengingat Ancol dan sekitarnya merupakan tempat yang rawan sekali menimbulkan kerumunan dan klaster Covid-19 baru. Hal ini karena kebanyakan orang hendak menghabiskan tahun baru di tempat wisata bersama keluarga. Oleh karena itu untuk menghindari hal-hal yang tidak diizinkan, pihak pengelola memutuskan untuk menutup sementara sampai nanti setelah tahun baru. 

Pada akhirnya, tempat wisata akan memiliki cara sendiri untuk bertahan dalam rangka menghadapi pandemi dan Covid-19 ini. Seperti Ancol yang terus berusaha mempertahankan pendapatan dengan gaungan kampanye #SSBB namun bersikap bijaksana menutup kembali tempat wisata di tanggal-tanggal rawan orang berkerumun (dan sebagian besar mereka yang berkerumun adalah yang berpotensi sebagai orang tanpa gejala). Hiburan dan memberikan diri kita kesenangan adalah penting, namun sehat itu di atas segalanya. 

Komentar